Loading...

TERIMA ADUAN WARGA DESA CIPINANG BOGOR SOAL JALUR AIR BERSIH DAN SAMPAH, DEWAN JABAR SUPONO SEGERA CARI SOLUSINYA

 

Bogor – Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Bogor H. Supono menggelar reses I tahun sidang 2022-2023 di Kantor Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Senin (07/11/2022).

Ketika sesi tanya jawab, Sarkim Ketua RT 01 Kampung Cipinang meminta advokasi kepada H. Supono terkait masalah jalur dan sumber air bersih serta penanganan sampah.

Menanggapi masalah ini, H. Supono akan berkoordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat khusus sumber air bersihnya.

“Pertama bagaimana ini agar ada air bersih, kalau tadi sumur di bor sampai 120 belum keluar air, wilayah-wilayah sekitar sini yang paham ahli geologi dikedalaman berapa air bawah tanah jadi itu harus ada alatnya coba nanti kami koordinasikan dengan dinas energi, nanti kalau kami rapat dengan dinas kebetulan itu nyambung juga karena di dinas ada saya juga ada di Komisi IV,” ujarnya.

“Itu mau tidak mau yang mungkin agak artesis, tapi itu harus nanti kegiatannya dari dinas provinsi atau apa kami akan pelajari terlebih dahulu,” lanjut H. Supono.

Terkait jalur air sendiri, hal ini akan dicek terlebih dahulu oleh politisi PAN tersebut, apakah pembangunannya ada di pihak Pemkab Bogor atau di Pemprov Jawa Barat.

Lalu masalah sampah, secara regional Desa Cipinang masuk di wilayah Kabupaten Bogor yang nantinya akan diarahkan ke TPPAS Lulut Nambo untuk pembuangan sampahnya menurut H. Supono.

“Tetapi sekarang bagaimana menangani lingkungan, silahkan mungkin pintar-pintar pembuangan sampah lokal, kalau disini mungkin sekarang buang sampahnya masih ke Galuga dan itu sudah tidak layak, tidak tahu apakah disini ada mobil sampah khusus itu atau masyarakat,”tukas H. Supono.

Lanjut, “yang mobil sampah sudah tidak ada, lalu yang kedua pola hidup masyarakat membuang sampah seenaknya, itu filosofi membuang sampah ke saluran air itu menambah pesoalan lingkungan lagi, mampet, macet, airnya kotor, dan seterusnya kalau banjir akan menjadi persoalan,” imbuhnya.

“Jadi bagaimana insiatif desa sampah itu emas sebenarnya, sampah bisa menjadi uang tidak jauh-jauh di tempat saya, saya punya lembaga pendidikan yayasan itu penjaga yang dari kantin itu saya lihat ratusan ribu setiap bulan,” ungkap H. Supono.

“Kemudian saya pernah lihat itu anak saya kebetulan di sekolahnya, beberapa anak saya di Gontor, itu di Gontor itu satu tempat santrinya di Gontor saat itu sampai 4500 saya diberi tahu ini bus sampah, jadi bus itu ada bus pondok itu katanya bus sampah, maksudnya itu bus dibeli oleh hasil dari sampah jadi dari pondok itu diolah, itu bisa membuat membeli truck, bisa buat membeli bus, itu bisa menjadi uang, mungkin masyarakat Rumpin kalau berfikir bagaimana itu bisa produktif silahkan saja,” kata H. Supono.

“Siapa tau bisa menjadi mobil dinas kepala desa sekdes juga, jadi silahkan saja itu ini memang solusinya disini dibuatkan tempat sampah kita sedang ada itu, kalau kabupaten tapi kalau kita provinsi memikirkan yang pembuangan sampah regional,” pungkasnya.

 

Sumber: https://inionline.id