Loading...

DEWAN JABAR H. SUPONO BUKA BEBERAPA FAKTA DIDUGA PENYEBAB BANJIR DI KOTA BEKASI

 

Bekasi, Bogoronline.com – Akhir pekan kemarin nampaknya menjadi hari yang cukup melelahkan bagi warga Kota Bekasi, pasalnya beberapa daerah di Kota Bekasi terendam banjir.

Kepala BPBD Kota Bekasi Enung Nurcholis mengatakan hingga Senin (08/11/2021) kemarin dari enam titik banjir di Kota Bekasi ada satu titik lokasi yang masih terjadi genangan, yakni Perumahan PTI, Mustika Sari yang masih terjadi genangan sekitar 20 cm.

Selain itu Kamis (04/11/2021) Wakil Gubernur Jawa barat Uu Ruzhanul Ulum pun telah datang meninjau langsung kali Cakung yang menyebabkan perumahan Nasio Indah, Kota Bekasi tergenang banjir di awal November ini.

Pemprov Jabar pun melakukan tiga aksi yaitu menjebol tanggul di tikungan sungai, mengeruk sungai agar lebih dalam, dan akan membuat embung di wilayah sekitar yang sudah dibidik titik lokasinya.

Namun fakta menarik justru diungkap oleh anggota Komisi IV DPRD Jawa barat H. Supono terkait banjir di Kota Bekasi. Menurut legislator Partai Amanat Nasional (PAN) ini, fakta-fakta tersebut didapatnya saat rapat dan kunjungan kerja ke wilayah Kota Bekasi.

“Bukan hanya berulang terus tapi juga terjadi peningkatan volume genangan maupun juga durasi waktunya menjadi lebih lama, salah satunya sebelum kejadian ini ada rapat di Bekasi yang pertama itu mewaspadai daerah resapan air yang berkurang besar kecilnya,” tutur H. Supono.

Selain itu dilihat dalam riset lebih lanjutnya menurut para ahli diduga dampak dari pembangunan tol juga.

“Kemudian patut diduga banjir di Kota Bekasi disebabkan tiang-tiang pancang kereta cepat yang panjangnya pasti mengurangi resapan air,” imbuh H. Supono.

Lalu ada upaya dalam waktu dekat untuk mengeruk kali Jambe agar tidak terjadi sedimentasi atau juga agar lancar daerah aliran sungai tetapi sebenarnya menurut politisi daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Bogor ini, hal tersebut tidak menyelesaikan masalah secara komprehensif.

“Mungkin mengurangi bisa, maka dari itu pembangunan bendung dan seterusnya secara ini memang perlu ada kajian yang lebih lanjut,” tutup H. Supono.